Hujan deras turun di sore itu, memaksa Andra dan teman-temannya untuk berteduh di sebuah warung kecil. Meski basah kuyup, mereka tidak berhenti tertawa. Risa mengambil gitar yang tergeletak di sudut warung dan mulai memetik senar dengan melodi sederhana. Andra, yang biasanya pendiam, tiba-tiba bersenandung.
Tanpa sadar, pelanggan lain di warung ikut bernyanyi. Suasana yang awalnya canggung berubah menjadi hangat. Hujan yang tadinya dianggap mengganggu kini menjadi latar harmoni mereka. Di tengah kebersamaan itu, Andra menyadari bahwa kebahagiaan bukan tentang di mana kita berada, tetapi dengan siapa kita berbagi momen itu.

DZAKIA DHIYA’ ULHAQ (06)
